Museum Keliling Disbud Makassar Hadir di SMPN 18, Kenalkan Sejarah dan Budaya kepada Generasi Muda

CAKRAWALANEWS, MAKASSAR — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Kota Makassar terus berupaya memperluas jangkauan edukasi sejarah dan kebudayaan kepada kalangan pelajar melalui program Museum Keliling dengan mengusung tema utama Museum Masuk Sekolah atau Museum Goes to School.

Program edukatif tersebut kali ini menyambangi SMP Negeri 18 Makassar pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendekatan pembelajaran sejarah dan kebudayaan yang lebih dekat dengan lingkungan pendidikan, khususnya bagi peserta didik tingkat sekolah menengah pertama.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT Museum Kota Makassar, Wanti Mamonto, bersama Kepala SMPN 18 Makassar, Hj. Sitti Syafariah Buhari, S.Ag., M.A., jajaran guru, serta para siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Program Museum Keliling ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan untuk memperkenalkan keberadaan museum sebagai pusat informasi, pembelajaran, penelitian, dan pelestarian warisan sejarah serta budaya daerah.

Melalui konsep Museum Goes to School, museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang memiliki nilai edukasi bagi generasi muda.

Kehadiran program tersebut di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa. Mereka dapat mengenal kekayaan sejarah, tradisi, peninggalan budaya, serta berbagai aspek perjalanan peradaban yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kota Makassar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga, menghargai, dan melestarikan warisan budaya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Kepala UPT Museum Kota Makassar, Wanti Mamonto, melalui program Museum Keliling ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lembaga museum dan institusi pendidikan. Dengan demikian, edukasi sejarah dan kebudayaan dapat menjangkau peserta didik secara lebih luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, kehadiran Kepala SMPN 18 Makassar, Hj. Sitti Syafariah Buhari, S.Ag., M.A., bersama jajaran pendidik menjadi bagian dari dukungan lingkungan sekolah terhadap kegiatan pengenalan sejarah dan kebudayaan kepada para siswa.

Program Museum Masuk Sekolah juga diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang memperkaya wawasan peserta didik, sekaligus mendorong tumbuhnya rasa bangga terhadap identitas dan kekayaan budaya lokal.

Melalui kegiatan Museum Keliling tersebut, Pemerintah Kota Makassar berupaya membangun pemahaman bahwa pelestarian sejarah dan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola museum, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Dengan memperkenalkan museum sejak dini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sejarah sebagai bagian dari materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bekal membangun karakter, identitas, dan kecintaan terhadap kebudayaan daerah. (And)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *