CAKRAWALANEWS, MAKASSAR — Dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, inklusif, aman, dan bebas dari perundungan (bullying), UPTD SPF SMP Negeri 18 Makassar menggelar sosialisasi aplikasi GAMMARA+ (Generasi Anti-Bullying Menuju Masa Aman, Responsif, dan Adaptif Plus) kepada seluruh siswa, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis sekolah dalam memperkuat pencegahan perundungan, meningkatkan kedisiplinan peserta didik, serta membangun budaya sekolah yang mengedepankan sikap saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab.
Sosialisasi tersebut dibawakan langsung oleh Nisbayanti, S.Pd., Gr., M.M., selaku inisiator utama aplikasi GAMMARA+. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan pengembangan terbaru aplikasi tersebut yang kini hadir sebagai sistem berbasis web terpadu dengan dukungan teknologi WhatsApp Gateway API serta Sistem Poin Selisih.
Pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat mekanisme pemantauan perilaku siswa, meningkatkan keterlibatan orang tua atau wali dalam proses pendidikan, sekaligus menyediakan sarana pelaporan yang lebih mudah diakses ketika terjadi perundungan maupun pelanggaran tata tertib sekolah.
Nisbayanti menjelaskan, GAMMARA+ tidak hanya dirancang sebagai instrumen pencegahan dan penanganan perundungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendukung penegakan disiplin serta memberikan apresiasi terhadap perilaku positif dan prestasi siswa.
Melalui sistem tersebut, sekolah berupaya membangun pendekatan pendidikan yang tidak semata-mata berorientasi pada pemberian sanksi atas pelanggaran, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran, tanggung jawab, dan kebiasaan berbuat baik di kalangan peserta didik.
“Melalui GAMMARA+, para siswa kini memiliki ruang pelaporan yang dirancang aman melalui fitur Lapor Perundungan dan Pelanggaran, dengan mekanisme anonimitas terenkripsi sebagaimana dijelaskan dalam sosialisasi. Selain itu, setiap pencatatan poin disiplin maupun poin kebaikan siswa akan secara otomatis dikirimkan kepada orang tua melalui WhatsApp secara real-time,” ujar Nisbayanti.
Menurutnya, keterlibatan orang tua merupakan unsur penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, integrasi sistem komunikasi dengan orang tua diharapkan dapat memperkuat sinergi antara siswa, pihak sekolah, dan keluarga dalam mengawasi perkembangan perilaku serta pembentukan karakter anak.
Ia menegaskan, kolaborasi ketiga unsur tersebut diperlukan agar upaya pencegahan perundungan dan penegakan kedisiplinan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memperoleh dukungan aktif dari lingkungan keluarga.
Duta GAMMARA+ Jadi Agen Perubahan di Kelas
Selain memperkenalkan fitur aplikasi, sosialisasi tersebut juga membahas peran Duta GAMMARA+ yang ditempatkan di setiap kelas. Para duta ini diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menumbuhkan budaya pertemanan yang sehat, meningkatkan kepedulian antarsiswa, serta membantu mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Duta GAMMARA+ juga diharapkan dapat merangkul teman sebaya, memberikan informasi mengenai mekanisme pelaporan, serta mendampingi siswa yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekolah.
Kehadiran para duta tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun partisipasi aktif siswa dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan terbebas dari intimidasi, diskriminasi, maupun tindakan kekerasan.
Melalui pendekatan sebaya, siswa diharapkan semakin berani menyuarakan persoalan yang dihadapi, sekaligus memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga solidaritas, dan menyelesaikan konflik secara bijaksana.
Dorong Budaya Sekolah Aman dan Inklusif
Pelaksanaan sosialisasi GAMMARA+ pada 8 Oktober 2026 ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung tata kelola kedisiplinan dan pencegahan perundungan di lingkungan UPTD SPF SMP Negeri 18 Makassar.
Dengan diperkenalkannya sistem tersebut kepada seluruh siswa, sekolah berharap peserta didik dapat memahami fungsi aplikasi, mengetahui saluran pelaporan yang tersedia, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan pendidikan.
Lebih dari sekadar pemanfaatan teknologi, GAMMARA+ diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa yang berintegritas, disiplin, peduli terhadap sesama, dan berani mengambil sikap terhadap tindakan perundungan.
Keberhasilan penerapannya tentu membutuhkan konsistensi pelaksanaan, perlindungan terhadap kerahasiaan pelapor, tindak lanjut atas setiap laporan, serta keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua.
Dengan demikian, upaya mewujudkan sekolah yang ramah anak tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut melalui penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Melalui GAMMARA+, UPTD SPF SMP Negeri 18 Makassar berupaya memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik secara optimal. (*)
- SDI Tamamaung II Gelar Literasi, Dorong Siswa Berani Berkarya dan Berinovasi - Oktober 22, 2026
- Berburu Promo Biliar di Makassar? Urban Billiard Dalton Tawarkan Harga Mulai Rp16 Ribu per Jam - Oktober 21, 2026
- SMPN 37 Makassar Resmi Buka dan Tandatangani Kerja Sama Pendidikan Karakter “Appaka Baji” - Oktober 21, 2026






