SMPN 18 Makassar Bekali Duta GAMMARA+, Perkuat Gerakan Siswa Cegah Perundungan

CAKRAWALANEWS, MAKASSAR — UPTD SPF SMP Negeri 18 Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar kegiatan Pembekalan Duta GAMMARA+ (Generasi Anti-Bullying Menuju Masa Aman, Responsif, dan Adaptif).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis sekolah untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya membangun budaya saling menghargai, menumbuhkan kepedulian antarsesama, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mencegah dan menangani tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Pembekalan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rita Riswati, S.E., selaku Staf Bidang SMP. Dalam kesempatan itu, ia memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Rita menekankan pentingnya peran aktif peserta didik dalam menjaga suasana belajar yang aman dan kondusif. Menurutnya, upaya menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh warga sekolah, termasuk para siswa.

Keterlibatan peserta didik dinilai penting karena mereka merupakan bagian dari lingkungan pergaulan sebaya yang dapat berperan dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk perundungan sejak dini.

Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak negatif perundungan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Selain itu, mereka diharapkan mampu menumbuhkan keberanian untuk menyuarakan kebenaran, memberikan dukungan kepada korban, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghormati.

Tindak Lanjut Program Duta Damai

Pembekalan Duta GAMMARA+ merupakan tindak lanjut konkret dari program Duta Damai yang diinisiasi oleh BASAibu Wiki Sulsel. Program ini dirancang untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam membangun lingkungan sosial yang lebih aman, damai, dan bebas dari kekerasan.

Melalui program tersebut, siswa yang terpilih sebagai Duta GAMMARA+ mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan, penguatan karakter, serta strategi intervensi yang melibatkan teman sebaya atau peer-led intervention.

Pendekatan ini menempatkan siswa bukan sekadar sebagai penerima edukasi, melainkan juga sebagai bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif. Dengan keterlibatan aktif para duta, pesan antiperundungan diharapkan dapat lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di kalangan peserta didik.

Peran Duta GAMMARA+ juga diharapkan mampu membangun keberanian siswa untuk melaporkan tindakan perundungan melalui mekanisme yang tepat, sekaligus mendorong terciptanya budaya saling mendukung dan tidak menormalisasi kekerasan dalam pergaulan.

Hadirkan Narasumber Muda, Dorong Edukasi Kreatif

Materi pembekalan bertajuk “Sekolah Anti Perundungan” disampaikan oleh dua narasumber muda, Alyssa Nur Qolby dan Nur Ilmi Saskia. Keduanya merupakan pemenang ajang Wikithon Partisipasi Publik yang diselenggarakan oleh BASAibu Wiki.

Dalam sesi pemaparan materi, kedua narasumber membagikan perspektif dan pengalaman mengenai pentingnya membangun kesadaran bersama untuk mencegah perundungan. Mereka juga memperkenalkan berbagai strategi edukasi kreatif yang dapat digunakan oleh para siswa untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian secara efektif.

Pemanfaatan platform digital dan bahasa lokal turut menjadi bagian dari pendekatan edukasi yang diperkenalkan. Strategi tersebut diharapkan dapat membuat kampanye antiperundungan lebih dekat dengan kehidupan peserta didik, sekaligus memperluas jangkauan pesan positif di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Di tengah perkembangan teknologi dan intensitas interaksi siswa di ruang digital, pemahaman mengenai perundungan juga menjadi semakin penting. Tindakan mengejek, mempermalukan, mengucilkan, hingga menyebarkan konten yang merugikan orang lain melalui media sosial perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi perilaku yang mengganggu keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Karena itu, para Duta GAMMARA+ diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang mendidik, mengampanyekan komunikasi yang santun, serta mengajak teman-temannya menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Duta GAMMARA+ sebagai Agen Perubahan

Kepala UPTD SPF SMP Negeri 18 Makassar menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Makassar, dan BASAibu Wiki Sulsel dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Kolaborasi lintas pihak ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun sistem pencegahan perundungan yang melibatkan seluruh unsur sekolah.

Melalui pembekalan ini, para Duta GAMMARA+ diharapkan tidak hanya memahami konsep pencegahan perundungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tindakan nyata. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang berperan aktif dalam membangun pergaulan sehat, merespons indikasi perundungan secara bijaksana, serta membantu menciptakan suasana sekolah yang lebih aman dan nyaman.

Meski demikian, penanganan kasus perundungan tetap memerlukan keterlibatan guru dan pihak sekolah agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara tepat, melindungi korban, serta mengedepankan pendekatan edukatif sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan hadirnya Duta GAMMARA+, SMP Negeri 18 Makassar berharap tumbuh budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai empati, toleransi, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa sekolah yang aman dan bebas dari perundungan tidak cukup diwujudkan melalui imbauan semata, tetapi harus dibangun melalui kesadaran bersama, keteladanan, serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah.

Pada akhirnya, Duta GAMMARA+ diharapkan menjadi penggerak perubahan yang mampu menyebarkan semangat perdamaian dan memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik di dunia nyata maupun ruang digital. (*)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *