Dinkes Makassar dan Puskesmas Cendrawasih Gelar Skrining Kesehatan Jiwa dan NAPZA bagi Petugas Kelurahan Baji Mappakasunggu

CAKRAWALANEWS, MAKASSAR — Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kesejahteraan serta kesehatan mental petugas pemerintahan di tingkat kelurahan, Dinas Kesehatan Kota Makassar bekerja sama dengan Puskesmas Cendrawasih menggelar kegiatan skrining kesehatan jiwa dan skrining penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk mendeteksi kondisi kesehatan jiwa dan faktor risiko penyalahgunaan NAPZA di lingkungan petugas kelurahan.

Skrining kesehatan jiwa dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi psikologis para petugas, termasuk tingkat stres, kecemasan, serta kondisi kesehatan mental secara umum.

Melalui kegiatan tersebut, petugas diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan secara dini terhadap kondisi psikologis yang mungkin muncul akibat tekanan pekerjaan, beban pelayanan masyarakat, maupun berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan mental.

Selain skrining kesehatan jiwa, petugas juga mengikuti skrining NAPZA sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan zat berbahaya.

Pemeriksaan secara berkala dinilai penting sebagai langkah promotif dan preventif, terutama bagi aparatur dan petugas pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kepala Kelurahan Baji Mappakasunggu, Abdul Rasyid Sahrul, S.T., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental dan kondisi kesehatan petugas merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

Ia menilai, kesehatan mental tidak boleh dipandang sebelah mata karena dapat berpengaruh terhadap konsentrasi, produktivitas, komunikasi, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Pemeriksaan seperti ini sangat penting karena kesehatan petugas juga merupakan bagian dari keberhasilan pelayanan kepada masyarakat. Kami tentu mengapresiasi perhatian Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cendrawasih yang telah melaksanakan skrining kesehatan jiwa dan NAPZA bagi petugas kami,” ujar Abdul Rasyid.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pemeriksaan sesaat, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat di lingkungan pemerintahan kelurahan.

Menurutnya, deteksi dini terhadap gangguan kesehatan jiwa maupun faktor risiko penyalahgunaan NAPZA dapat membantu memberikan penanganan yang lebih cepat apabila ditemukan adanya persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Dengan adanya skrining ini, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan petugas sejak dini. Jika ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, tentu dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak yang berkompeten,” tambahnya.

Kegiatan skrining juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran para petugas bahwa kesehatan mental memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, petugas kelurahan berhadapan langsung dengan beragam karakter serta persoalan masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan fisik dan mental agar pelayanan dapat diberikan secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

Karena itu, upaya pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat membantu menjaga kondisi petugas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan kondusif.

Kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Makassar, Puskesmas Cendrawasih, dan Kelurahan Baji Mappakasunggu tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan para petugas pemerintahan.

Melalui kegiatan skrining kesehatan jiwa dan NAPZA ini, diharapkan para petugas semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda awal stres maupun kecemasan, serta memiliki kesadaran untuk mencari bantuan profesional apabila menghadapi persoalan yang memengaruhi kondisi psikologis.

Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, para petugas diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal serta terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kelurahan Baji Mappakasunggu.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dalam menciptakan lingkungan kerja pemerintahan yang sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan petugas. (And)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *