Cakrawalanews, Makassar — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 1 Makassar dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi strategis untuk mengukur kualitas pembelajaran secara objektif dan terukur. Kegiatan ini berlangsung tertib di laboratorium komputer sekolah, dengan pengawasan ketat dari panitia dan guru guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prosedur.
Ketua Pelaksana TKA SMP Negeri 1 Makassar, Anwar, menegaskan bahwa TKA tidak sekadar dimaknai sebagai ujian rutin, melainkan sebagai sarana refleksi menyeluruh terhadap capaian akademik peserta didik. Menurutnya, melalui TKA, sekolah dapat memperoleh gambaran nyata terkait hasil proses pembelajaran yang telah berlangsung.
“Ya, itu sebenarnya mau dilihat, mau dibandingkan. Jangan sampai seperti yang dikatakan Pak Menteri, ada sinyalemen bahwa nilai di sekolah itu adalah ‘nilai amal’, nilai sedekah dari guru ke siswa, yang harus dipatahkan,” ujar Anwar, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, TKA menjadi alat ukur yang mampu menghadirkan transparansi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menilai mutu pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Tidak hanya itu, hasil TKA juga mencerminkan berbagai faktor pendukung, mulai dari kualitas tenaga pendidik hingga ketersediaan sarana dan prasarana.
“Dengan TKA ini betul-betul dilihat, ternyata seperti inilah kualitas pendidikan, kualitas pembelajaran yang dimiliki oleh satu sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anwar menyebutkan bahwa hasil TKA akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan arah kebijakan sekolah ke depan. Evaluasi berbasis data tersebut diharapkan mampu mendorong perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi metode pembelajaran maupun penguatan sistem pendidikan di lingkungan sekolah.
“Nanti ketika keluar hasil TKA masing-masing sekolah, itulah yang akan menjadi dasar kita merumuskan kebijakan. Sekolah ini mau dibawa ke mana ke depannya, dan seperti apa peningkatan kualitas pembelajarannya,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak, khususnya sekolah, tidak memandang TKA sebagai bentuk penilaian yang bersifat menghakimi. Sebaliknya, TKA harus dipahami sebagai instrumen evaluasi yang konstruktif dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
“Sekolah jangan merasa bahwa TKA ini seperti meja hijau yang menghakimi. Bukan. Tapi ini sebagai media evaluasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan,” tegasnya.
Pelaksanaan TKA di SMP Negeri 1 Makassar sendiri berjalan lancar dengan dukungan fasilitas yang memadai serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti ujian berbasis komputer. Suasana ujian yang kondusif turut mencerminkan komitmen sekolah dalam menjaga integritas pelaksanaan evaluasi akademik.
Dengan pelaksanaan TKA ini, diharapkan tercipta standar penilaian yang lebih objektif dan akuntabel, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di Kota Makassar. (And)






