Gowa-Cakrawalanews.my.id/Bupati Gowa terpilih periode 2025/2029 Husniah Talenrang dan wakil nya Darmawangsyah Muin awal pertama bekerja sebagai pemimpin di Kabupaten Gowa tentunya punya program prioritas kepada masyarakat nya dimana konsep Gowa Bersama akan di wujudkan melalui 100 hari kerja Bupati /wakil nya di bantu oleh seluruh OPD . untuk mensukseskan program tersebut setelah di adakan rapat koordinasi dengan Bupati/wakil nya dan seluruh pejabat OPD maka lahirlah program prioritas yang tidak terlepas dari visi misi nya.
Dinas Peternakan dan perkebunan Kabupaten Gowa yang di kepalai M.Chaerul Aswar SPT saat di wawancarai di ruang kerjanya Selasa 4/3/2025 kepada awak media “menjelaskan dengan gamblang terkait 100 hari kerja Bupati.
bahwasanya Ibu Bupati Hj Husniah Talenrang dan wakil Bupati H. Darmawangsah Muin beberapa hal yang beliau tegaskan tentang 100 hari kerja tentu saja berbagai dinas mengambil bahagian dari masing-masing OPD nya ada yang namanya Gowa Cerdas, Gowa, bersih, sejahtera dan aman, kebetulan untuk dinas perternakan dan perkebunan ” kami di beri tugas Gowa Sejahtera “atau biasa di sebut Gowa Massunggu ” nah yang berkaitan dengan Gowa Sejahtera adalah pengendalian kemiskinan ekstrim sedapat mungkin kita nolkan (Zero) oleh karena itu setiap SKPD terkait harus memberikan data-data kongkrit agar supaya kemiskinan ekstrim sedapat mungkin fokus kepada yang memang betul-betul menjadi sasaran.
Olehnya itu Dinas Peternakan dan perkebunan Kabupaten Gowa punya program Peternakan itik manila bahasa Makassar nya Kima “‘mengapa kita memilih Budi daya Itik manila sebab itik manila punya karakteristik yang sangat tahan dengan kondisi cuaca dan juga tidak gampang terkena penyakit, bahkan sangat mudah pemeliharaan nya ” ungkap nya.
Lanjut Kadis tambahkan ” bahwa pengendalian kemiskinan ekstrim sebenarnya sudah lama kita lakukan, sejak tahun 2024 program peternakan itik telah berjalan optimal sebanyak 330 orang penerima manfaat kita bantu yang terdata sebagai masyarakat miskin Ekstrim tahun 2025 program ini akan berlanjut rencana akan sasar 330 orang lagi jadi selama 2 tahun seluruhnya yang kita bantu 660 orang miskin ekstrim dengan melakukan CPCL(Calon penerima calon lokasi) kita cari siapa yang memang layak untuk dibantu dan dia termasuk kategori miskin ekstrim yang belum kebagian bantuan, sehingga tidak terjadi overlaping dan hal ini akan menyebar ke semua kecamatan di kabupaten Gowa. Kita sudah buatkan instrumen nya keputusan ada pada tim work yang sudah terbentuk dia akan melakukan identifikasi dan verifikasi bagi calon penerima manfaat, mudah-mudahan dalam bulan ini bisa terlaksana sampai tiga bulan bukan saja Dinas Peternakan dan perkebunan yang bekerja sendiri tetapi ada kebijakan Bupati bagaimana miskin ekstrim ini punya orang tua asuh di harapkan semua kepala dinas di setiap OPD menjadi orang tua asuh bagi mereka jadi bayangannya kita setiap pejabat mempunyai tanggung jawab minimal satu KK tentu saja jumlah orang miskin ekstrim tidak sebanding dengan kuantitas nya,ada 59 orang kepala dinas sementara data yang kami input untuk penderita miskin ekstrim di Gowa jumlahnya 1080 orang yang pernah tercatat di akhir tahun lalu maka daripada itu kita akan mencoba mencari orang tua asuh di luar lingkup SKPD yang mau peduli dan sukarela membantu fakir miskin, baik itu pengusaha ayam, maupun pengusaha ternak besar kita akan coba sisir ke setiap kecamatan tergantung nanti para pengusaha yang mau berbagi kepada orang tidak mampu, terserah pengusaha nya nanti yang menjadi orangtua asuh bagi mereka, apakah dalam 1 kk dia dapat menanggung 1 sampai 5 orang “kami menyambut baik ide Brilian Bupati Husniah Talenrang , pungkas nya.
Penanganan miskin ekstrim bagi orang tua asuh saya rasa dapat di laksanakan mengingat ini adalah kewajiban kita dan sangat wajar dengan kepedulian kita apalagi hanya 1 orang bisa juga beberapa KK nanti kita komunikasikan lagi ” hal-hal apa yang kami sudah lakukan.
dengan cepat kita melakukan rapat dengan semua kabid, sekertaris dan penyuluh dan unit pelaksana teknis kita dilapangan bagaimana kita melakukan koordinasi program 100 hari kerja Bupati, insya Allah kita akan dapat wujudkan sukseskan dan bisa kita laksanakan dengan baik semua program dan kegiatan ini ini berjalan dengan baik
maka dari itu peran pengawasan kita juga butuhkan terutama dari Babinsa, Babinkantibmas, Dusun, Desa dan semua elemen masyarakat kita harapkan seia sekata, seiring sejalan membantu kegiatan ini bukan tidak mungkin ada saja kendala kendala mengingat karakteristik penderita yang masuk dalam kategori miskin ekstrim ini tidak seperti masyarakat biasa, dia sifat nya spesifik dengan segala. Keterbatasan, mungkin saja yang kita sasar begitu banyak keterbatasan nya oleh nya itu kita sangat optimis pengendalian miskin ekstrim bisa nihil
Ada dua hal penganggaran di mana konsen kepada pemerintah daerah dan secara pribadi untuk orang tua asuh dan hal ini menggugah rasa simpati kepedulian dengan meringankan beban hidup baik sifat nya kelompok maupun individu yang masuk miskin ekstrim.
Untuk dinas Peternakan dan perkebunan anggaran yang kita gunakan sebesar 500 juta rupiah dari APBD Gowa yang di peruntukan untuk pembelian bibit itik manila, pembuatan kandang, pengadaan pakan nya, sampai itik itu bertelur jadi itik manila yang akan kita berikan adalah itik yang sudah siap bertelur umurnya sekitar 5 bulan keatas pakan yang kita berikan cukup sampai 2 bulan jadi mereka yang dapat bantuan tidak susah lagi mencari makanan nya Bebek nya siap bertelur, nanti nya setelah berproduksi mereka jual sendiri, yang terpenting selain dia jual ada juga merek konsumsi.
Para penerima manfaat akan di bagikan 5 ekor betina dan satu ekor jantan itik manila ,paparnya (Ani Hasan)
- Keluarga Besar MTsN 1 Kota Makassar Mengucapkan - Oktober 17, 2025
- Keluarga Besar MAN 3 Makassar Mengucapkan - Oktober 17, 2025
- Kapolres Tana Toraja Hadiri Puncak Peringatan HUT Toraja Ke-778 dan HUT Kabupaten Tana Toraja Ke-68 - September 1, 2025






